🇮🇩

SEJARAH GAMPLONG

Nafas tradisi menun di Desa Gamplong telah berembus sejak abad ke-19. Berawal dari pemenuhan kebutuhan sandang rumah tangga sehari-hari, para leluhur Gamplong merajut helai demi helai benang menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Keterampilan luhur ini diwariskan turun-temurun dari ibu ke anak perempuan, melahirkan sebuah identitas desa yang erat dengan kearifan lokal.

Memasuki tahun 1970-an, seni tenun Gamplong mulai bertransformasi menjadi penggerak ekonomi kreatif. Melalui wadah koperasi, para pengrajin tidak hanya menenun katun, tetapi juga mulai berinovasi memadukan tenunan dengan material serat alam mentah seperti mendong, eceng gondok, dan akar wangi. Keunikan tekstur alami ini membuat kerajinan Gamplong diakui sebagai salah satu warisan budaya dan sentra kerajinan unggulan di Yogyakarta.